Kampanye Public Relations
Kampanye sering kita dengar
sehari-hari apalagi pada saat musim pemilihan umum pada kegiatan pesta
demokrasi kita, tapi arti kata kampanye sebenarnya bukan hanya untuk kegiatan
politik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kampanye adalah gerakan (tindakan) serentak (untuk
melawan, mengadakan aksi, dan sebagainya. Dari arti kampanye tersebut kita
lihat ada kata-kata “mengadakan aksi” nah mengadakan aksi seperti apa yang
dimaksud ? dalam arti kata kampanye itu sendiri tidak disebutkan secara khusus
mangadakan aksi untuk apa jadi secara otomatis tentusaja makna dari kata
mengadakan aksi itu bersifat umum.
Dalam public relations arti kampanye dapat di bedakan dalam arti sempit dan luas.
Kampanye PR dalam arti sempit, Bertujuan
meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran (target audience) untuk
merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap
suatu kegiatan dari suatu lembaga atau organisasi (corporate activities ) agar
tecipta suatu kepercayaan dan citra yang baik dari masyarakat melalui
penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dengan jangka waktu
tertentu yang berkelanjutan.
Kampanye PR dalam arti luas, Dalam
arti umum atau luas, kampanye PR tersebut memberikan penerangan terus-menerus
serta pengertian dan memotivasi masyarakat terhadap suatu kegiatan atau program
tertentu melalui proses dan teknik komunikasi yang berkesinambungan dan
terencana untuk mencapai publisitas dan citra yang positif (Ruslan 2002 : 66) Sering terjadi kerancuan pengertian atau istilah
kampanye yang disamakan dengan propaganda, dan secara operasional keduanya
adalah sama-sama melakukan kegiatan berkomunikasi yang terencana untuk mencapai
tujuan tertentu dan berupaya mempengaruhi khalayak sebagai target sasarannya.
Menurut Rogers dan Storey dalam Ruslan
(2007:23) kampanye “sebagai serangkaian kegiatan komunikasi yang
terorganisasi dengan tujuan untuk menciptakan dampak tertentu terhadap sebagian
besar khalayak sasaran secara berkelanjutan dalam periode waktu tertentu”.
3 Aspek Sasaran Dalam Kampanye PR
Dari
pengertian arti kampanye diatas menurut Ostergaard
dalam Venus (2007:10) menyebut ketiga aspek tersebut dengan istilah “3A
1.
Awwarness
Pada tahap pertama kegiatan kampanye
biasanya diarahkan untuk menciptakan perubahan pada tataran pengetahuan atau
kognitif. Pada tahap ini pengaruh yang diharapkan adalah munculnya kesadaran,
berubahnya keyakinan atau meningkatnya pengetahuan khalayak tentang isu
tertentu.
2.
Attitude
Tahapan berikutnya diarahkan pada
perubahan dalam ranah sikap atau attitude. Sasarannya adalah untuk memunculkan
simpati, rasa suka, kepedulian atau keberpihakan khalayak pada isu-isu yang
menjadi tema kampanye.
3.
Actions
Tahap terakhir kegiatan kampanye
ditujukan untuk mengubah perilaku khalayak secara konkrit dan terukur. Tahap
ini menghendaki adanya tindakan tertentu yang dilakukan oleh sasaran kampanye.
Teknis Melakukan kampanye
1. Analisis
Situasi, Humas harus mampu mencermati apa masalah yang terjadi dalam kehidupan
publik. Misalnya kampanye ‘ketertiban berlalu lintas’, maka pada tahap pertama
harus dikemukakan berbagai masalah yang terjadi, berkenaan dengan berbagai
pelanggaran lalu lintas; apa penyebabnya dan akibat-akibat yang muncul karena
masalah itu.
2.
Penetapan Tujuan, Penetapan tujuan kampanye sangat berkaitan dengan pemaparan
masalah sehingga harus diarahkanuntuk menjawab persoalan. Setelah menetapkan
secara jelas tujuan, maka yangtidak kalah penting adalah menegaskan, siapa yang
akan menjadi sasaran darikampanye itu.
3.
Menetapkan Khalayak, Dalam contoh ketertiban berlalu-lintas, targetnya jelas,
yakni pada pihak yang memiliki kepentingan dengan lalu lintas: pengemudi,
pemilik kendaraan umum, polisi lalu lintas, para instruktur kursus mengemudi,
penjual mobil, pejalan kaki, dan sebagainya. Singkatnya adalah semua pihak yang
memiliki kepentingan dengan persoalan ini.
4.
Memilih media komunikasi atau penetapan strategi komunikasi kepada khalayak. Humas
bisa memilih media konvensional, media sosial atau berbagai jenis media lainnya
yang mampu menyebarkan informasi secara efektif kepada target khalayak. Dengan
demikian, informasi yang disajikan melalui media dimaksud dapat dipahami dengan
baik, dan bisa memberikan pemahaman pada khalayak.
5.
Penetapan Anggaran, Seberapa besar anggaran yang dikeluarkan sangat bertalian
dengan seluruh komponen kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya.
6.
Pengukuran Hasil. Proses kampanye kehumasan harus dievaluasi dengan menggunakan
berbagai cara: misalnya dengan melakukan survey singkat kepada khalayak,
melakukan wawancara terhadap pihak yang terlibat, melakukan observasi, atau
melalui interpretasi terhadap data statistik yang terkait dengan proses
kegiatan yang dilakukan. Melalui proses pelaksanaan kegiatan yang teratur dan
konsisten, maka kegiatan kampanye kehumasan itu bisa memberikan manfaat
maksimal.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar