PERENCANAAN
PROGRAM PUBLIC RELATIONS
Sebagai pemegang fungsi manajemen yang
membentuk citra positif perusahaan dengan menjalankan komunikasi yang baik
dengan masyarakat luas maka seorang praktisi public relations di tuntut untuk
melakukan tugasnya dengan baik dan maksimal. Semua kegiatan harus terencana
dengan baik agar program yang akan
dijalankan dapat terlaksana tanpa ada kendala, kegiatan perencanaan pada
umumnya dilakukan dengan melihat situasi yang ada, untuk mengetahui situasi
yang ada kita harus memiliki data atau informasi tentang kegiatan yang akan
kita lakukan, dengan demikian proses perencanaan akan dapat dilakukan dengan
tepat.
dalam perencanaan program public relation
terlebih dahulu kita lakukan bagaimana model dan prosesnya.
adapun model perencanaannya adalag sebagai berikut :
a. Pengenalan Situasi
b. Penetapan tujuan
c. Defnisi Khalayak
d. Pemilihan media dan teknik-teknik humas
e. Perencanaan anggaran
f. Hasil pengukuran
sedangkan proses yang harus kita lakukan
menurut (Cutlip & Center (Ruslan,
2006: 148) menyatakan bahwa proses perencanaan program kerja melalui proses
empat tahapan atau langkah-langkah pokok yang menjadi landasan acuan untuk
pelaksanaan program kerja kehumasan adalah sebagai berikut :
1. Penelitian dan Mendengarkan (Research-Listening)
Dalam tahap ini, penelitian yang dilakukan berkaitan dengan
opini, sikap dan reaksi dari mereka yang berkepentingan dengan aksi dan
kebijaksanaan-kebijaksanaan suatu organisasi. Setelah itu baru dilakukan
pengevaluasian fakta-fakta, dan informasi yang masuk untuk menentukan keputusan
berikutnya. Pada tahap ini akan ditetapkan suatu fakta dan informasi yang
berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi, yaitu What’s our
problem? (Apa yang menjadi problem kita).
2. Perencanaan dan mengambil Keputusan (Planning-Decision)
Dalam tahap ini sikap, opini, ide-ide dan reaksi yang berkaitan
dengan kebijaksanaan serta penetapan program kerja organisasi yang sejalan
dengan kepentingan atau keinginan-keinginan pihak yang berkepentingan mulai
diberikan: Here’s what we can do? (Apa yang dapat kita
kerjakan).
3. Mengkomunikasikan dan Pelaksanaan (Communication-Action)
Dalam tahap ini informasi yang berkenaan dengan langkah-langkah
yang akan dilakukan dijelaskan sehingga mampu menimbulkan kesan-kesan yang
secara efektif dapat mempengaruhi pihak-pihak yang dianggap penting dan
berpotensi untuk memberikan dukungan sepenuhnya: Here’s what we did and
why? (Apa yang telah kita lakukan dan mengapa begitu).
4. Mengevaluasi (Evaluation)
Pada tahapan ini, pihak Public Relation/Humas
mengadakan penilaian terhadap hasil-hasil dari program-program kerja atau
aktivitas Humas yang telah dilaksanakan. Termasuk mengevaluasi keefektifan dari
teknik-teknik manajemen dan komunikasi yang telah dipergunakan: How did
we do ?(Bagaimana yang telah kita lakukan).
Dalam aplikasinya, keempat tahap tersebut
dilakukan secara terus-menerus. jika proses sampai pada tahap empat yakni
evaluasi, maka hasil evaluasi ini akan menjadi tahap satu kembali untuk proses
berikutnya, begitu seterusnya. Adapun proses operasional Public
Relations sebagai berikut:
Pertama, tahap Defining Public Relations Problems, dalam tahap ini, berarti praktisi Public Relations harus
dapat menetapkan permasalahan-permasalahan yang menyangkut
kegiatan-kegiatan Public Relations. Pada tahap ini
operasionalisasinya meliputi langkah-langkah dalam upaya mencari dan
mengumpulkan data tentang hal-hal yang dilakukan Public Relations dalam
bentuk: 1. Opini publik, 2. Sikap publik, dan 3. Perilaku Publik. Untuk
mengetahui hal tersebut praktisi Public Relations dapat
melakukannya melalui dua macam metode yaitu metode formal dan metode informal.
Kedua, tahap Planning and Programming, tahap ini sangat menentukan suksesnya pekerjaan Public
Relations secara keseluruhan. Oleh karena itu dalam melakukan
kegiatan planning perlu diperhatikan secara matang. Dalam
rangka penyusunan planning ini, kita berpijak pada data dan fakta tadi (yang
telah diperoleh melalui tahapan fact finding) dimana data dan fakta
tersebut harus apa adanya tanpa interprestasi Public Relations Officers.
Ketiga, tahap Taking Action and Communicating, merupakan tahapan pelaksanaan dari kegiatan Public
Relationssesuai dengan fakta dan data yang telah dirumuskan dalam bentuk
perencanaan. Dalam hal ini seorang Public Relations Officers dalam
melakukan kegiatan komunikasi sebaiknya mengacu dan sesuai dengan perencanaan.
Keempat, Evaluating the Program, terakhir Public Relations Officers setelah
melakukan kegiatan-kegiatan tersebut di atas, yaitu mengetahui apakah
pelaksanaannya berdasarkan rencana atau tidak dan apakah perlu dirubah atau
tidak, apa yang telah dievaluasi. Dalam hal ini tujuan utama dari penilaian
ialah untuk mengetahui apakah kegiatan Public Relations benar-benar
dilaksanakan menurut rencana berdasarkan hasil penelitian atau tidak. Penilaian
penting untuk mengetahui sampai dimana kelancaran kegiatanPublic Relations yang
telah berlangsung.
Tahap evaluasi dilakukan antara lain :
a. Mengevaluasi dan mengukur keberhasilan
kegiatan yang telah dilaksanakan.
b. Mengevaluasi manfaat kegiatan yang telah
dilaksanakan, dalam arti seberapa besar kegiatan ini memberikan manfaat baik
bagi organisasi maupun bagi publiknya.
c. Mengevaluasi kekurangan atau kelebihan (keuntungan
atau kerugian) dari program kegiatan yang telah dilaksanakan baik bagi
organisasi atau perusahaan maupun bagi publiknya.
d. Mengevaluasi kegiatan yang sifatnya menyimpang
dari rencana, sehingga dapat dicatat apa yang harus diperbaikinya, sehingga
pada tahap pelaksanaan prosesPublic Relations berikutnya diharapkan
akan terlaksana secara lebih sempurna (Yulianita, 2007: 121-155).
REFERENSI
