Penentuan Target dan Strategi Public Relations
Setiap
kegiatan yang kita lakukan harus terencana dengan jelas agar apa yang kita
inginkan dari kegiatan tersebut dapat tercapai sesuai target, untuk mencapai target
perlu adanya strategi-strategi tertentu. oleh sebab itulah perlu adanya
perencanaan Target dan Strategi, lalu apa itu target dan stragegi ?
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia target adalah sasaran (batas ketentuan dan
sebagainya) yang telah ditetapkan untuk dicapai (https://kbbi.web.id/target), sedangkan strategi adalah rencana
yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (https://kbbi.web.id/strategi). Target
dan Strategi adalah dua hal penting dan tidak bisa dipisahkan, karena setiap
kegiatan pasti punya target dan target tersebut bisa tercapai melalui
strategi-strategi yang tepat.
Jika
dikaitkan dengan public relation penentuan target dan strategi merupakan bagian
yang sangat penting dan dapat dikatakan menjadi hal yang wajib dalam yang dijalankan
oleh para praktisi humas. kegiatan ini mencakup hal-hal seperti menetapkan
tujuan perusahaan yang akan dicapai, memberikan pertimbangan alternatif-alternatif
lain dalam menjalankan suatu kegiatan, menilai dan memperhitungkan suatu resiko
yang akan diterima dan manfaat dari masing-masing alternatif yang
dipilih,memutuskan suatu keputusan sebagai suatu arah tindakan, menetapkan
besarnya anggaran, serta mendapatkan persetujuan dan dukungan yang dibutuhkan
dari pihak manajemen perusahaan.
Mengapa
Perencanaan Kerja Public Relation itu penting ?
1. Untuk menetapkan target yang akan di
capai bagi praktisi PR yang nantinya akan menjadi tolok ukur atas segenap hasil
yang di dapat.
2. Untuk memperhitungkan jumlah jam
kerja dan berbagai biaya yang diperlukan
3. Untuk memilih prioritas-prioritas
yang paling penting guna menentukan: jumlah program dan waktu yang diperlukan
guna melaksanakan segenap program PR yang telah diprioritaskan tersebut
4. Untuk menentukan kesiapan atau
kelayakan pelaksanaan berbagai upaya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
tertentu sesuai jumlah dan kualitas: personel yang ada, daya dukung dari
berbagai peralatan fisik seperti alat-alat kantor mesin cetak, kamera,
kendaraan serta anggaran dana yang tersedia.
Bagaimana menentukan Target dalam PR ?
Penggiatan
tujuan dan target dari rangkaian perencanaan dalam metode Circle PR Programming
& Communication yang akan dicapai tersebut bisa berupa “citra” atau
“kepercayaan” dari publik sasaran atau masarakat umum.
1.
Target dan sasaran pokok tersebut harus realistis, jelas ditujukan berdasarkan
segmentasi pasarnya yakni usia, jenis kelamin, pekerjaan dan keadaan sosial
konsumen agar target tersebut dapat tercapai secara realistis sesuai dengan
harapan perusahaan.
2.
Terkonsep dengan baik serta bukan khayalan dan dapat diukur, baik secara
kualitas maupun kuantitas, bermanfaat bagi pihak perusahaan maupun konsumen
atau khalayak.
3.
Target yang akan dibuat tersebut dapat mengikat, baik untuk kepentingan
perusahaan, publik internal maupun publik eksternal dan hasilnya dapat
memberikan citra positrif pada perusahaan.
4.
Memberikan batas jangka waktu pencapaian
dan jangka waktu berlaku target tersebut, dengan demikian praktisi PR melakukan
prioritas kinerjanya sesuai tempo waktu yang diberikan.
Bagaimana
Menjalankan Strategi Public Relations ?
Pengertian
strategi public relations mennurut Ahmad S. Adnanputra, Presiden Institut
Bisnis dan Manajemen Jayakarta adalah “ Alternatif optional yang dipilih untuk
ditempuh guna menapai tujuan public relations dalam kerangka suatu rencana
public relations (public relations plan)
(Ruslan, 2014:134)
1. Strategi Operasional
Melalui
pelaksanaan program humas yang dilakukan dengan program kemasyarakatan
(sociologi approach), melalui mekanisme sosial kultural dan nilai-nilai yang
berlaku di masyarakat dari opini publik atau kehendak masyarakat terekam pada
setiap berita atau surat pembaca dan lain sebagainya yang dimuat di berbagai
media masa.
2. Pendekatan persuasif dan edukatif
Fungsi
humas adalah menciptakan komunikasi dua arah (timbal balik) dengan menyebarkan
informasi dari organisasi kepada pihak publiknya yang bersifat mendidik dan
memberikan penerangan, maupun dengan menggunakan pendekatan persuasif, agar
tercipta saling pengertian, menghargai, pemahaman, toleransi dan sebagainya.
3.
Pendekatan tanggung jawab sosial humas
Menumbukan
sikap tanggung jawab sosial bahwa tujuan dan sasaran yang hendak dicapai
tersebut bukan ditujukan untuk mengambil keuntungan sepihak dari publik
sasarannya (masyarakat), namun untuk memperoleh keuntungan bersama.
4.
Pendekatan kerjasama
Berupaya
membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan berbagai kalangan, baik
hubungan kedalam (internal relations) maupun hubungan keluar (eksternal
relations) untuk meningkatkan kerjasama. Humas berkewajiban memasyarakatkan
misi instansi yang diwakilkannya agar diterima aatau mendapat dukungan dari
masyarakat (publik sasarannya).
5.
Pendekatan koordinatif dan integratif
Untuk
memperluas peranan PR di masyarakat, maka fungsi humas dalam arti sempit hanya
mewakili lembaga atau institusinya. Tetapi peranannya yang lebih luas adalah
berpartisipasi dalam menunjang program pembangunan nasional, dan mewujudkan
keetahanan nasional di bidang politik, ekonomi, sosial budaya (Poleksosbud) dan
Hamkamnas. (Ruslan, 2014:143-144).
REFERENSI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar